Dear love…

Dear love,

I love you as much as the world needs the sunshine.

I love you infinitely. As words couldn’t magnifest the love I have for you.

I love you like a kid addicted to sugar. It’s precarious yet it’s fun.

I love you completely , heart and soul.
I love you too much that days seems not perfect without you around me.

I love you too much that voice means nothing without your eyes looking at my eyes.

I love you too much that walking feels so lonely when you’re not holding my hands.
I love you that much. As you love me much more.

The C -issue

“ Happy Birthday …. !! Welcome to the club of 30 +++ !! Hahaha… “

“ Thank you , and no thank you for welcoming me to that club…”

“ Why ? Semua orang juga bakal melewati yang namanya era umur 30 an.. Don’t be so pessimistic..”

“ Bukan pesimis … tapi kan loe tau gue…Hellooo …I’m a 30+++ years old woman with the C – Issue..”

“ Oh yaa yaa, I almost forgot that…Hahaa… Tenang  , loe bukan cuma satu-satunya orang di dunia yang punya masalah kayak gini…”

“ Yesss, I know it ! But , now I’m talking about my life here! Peduli amat sama urusan orang..Kita kan lagi bicara tentang gue …”

“Hahaha..Sebenarnya ga ada yang  ngelarang loe juga untuk punya issue seperti itu.. Karena setiap hidup kita ya cuma kita yang berhak menentukan mau kemana jalannya , prinsip seperti apa yang mau kita pilih… “

“ Iya sih , gue tau , tapi gue masih punya keluarga , meskipun gue udah ga punya orangtua lagi , tapi keluarga besar orangtua gue ?? Gue cuma ga mau mereka berpikir kalau gue semacam anak yang kehilangan arah sejak ga ada orangtua… Padahal issue ini udah ada dari dulu di hidup gue…”

“ Have you ever think the negative side from this C – issue? Every decision have all that positive and negative side..”

“ Yeah , I know …but I would rather think about all the positive than negative .. Ego ga sih gue?..”

“ Ya , ga ego juga sih …karena hidup loe juga loe sendiri yang ngejalanin .. Cuma sayang aja , kalau loe bisa mendapatkan yang lebih baik kenapa loe harus pilih yang biasa – biasa aja?”

“ Ini bukan masalah mendapatkan yang lebih baik atau engga, tapi lebih ke arah tenang atau engga nya hidup gue.. Untuk bisa tetap ngerasain yang namanya bebas , untuk ga takut sama yang namanya cerai , untuk ga terikat dalam satu hubungan resmi yang akhirnya bikin gue jadi sesak nafas…Just love…”

“ Tapi di satu sisi , loe akan selalu jadi pihak yang rugi . Eventually.. Laki- laki bisa pergi gitu aja , lari dari tanggung jawab di saat dia udah bosen , cari perempuan lain…Sementara loe? Kalau loe belum punya anak , mungkin loe masih bisa punya hubungan lagi , tapi di saat loe udah punya anak , ga mungkin kan loe ninggalin anak loe?? …You’re not that kind of person ..”

“ I know , tapi entah kenapa gue ga bisa lepas dari yang namanya Commitment Issue ini … Aaargh !!! I wish people in the world are not so judgemental !!

“ Ga bisa donk , yang namanya manusia akan selalu menghakimi satu sama lain … Itu tuh udah kayak paket komplit KFC , ga mungkin loe beli paket tapi ga dapet ayam dan pepsi…namanya aja paket komplit…Hahaha…”

“ So , what should I do now? I want to be in a free-relationship… Just love each other , living together , grow old together, having kids , but no marriage , please??…”

“ There are some men who have the same issue like you do. But , again , they can leave anytime they want.. And you should ask yourself this question, are you ready when he left you while you gave all your heart ?..”

“ I think I’m ready …”

“You think ?? You can’t think with your feeling …Think with your brain !…”

“ Gue masih belum bisa memutuskan untuk berani menjalani satu komitmen di usia gue yang udah semakin nambah ini ,  karena sebenarnya gue ga akan pernah siap untuk terlibat dalam hubungan yang serius…”

“ If that’s your choice , then go on… Selama loe tau resiko yang bakal loe hadapi nantinya dan yakin loe siap, gue rasa ga ada orang yang berhak untuk ngelarang loe menentukan pilihan hidup loe..People may advise you , but at at the end it’s all up to you…”

“Yeah… “

“ So , never make this  commitment issue as a forever issue in your life , enjoy life and just do whatever makes you happy ..Someday , you will find what’s  the very best in life…”

“ I do hope so… “

“ Of course , you will… It’s all about time and moment..”

“ Thanks for the advice , darl…”

“ Your welcome , I think we’re closing this whole conversation about commitment issue and now let’s just celebrate your birthday by treat me a very simple lunch…Hahaa..”

“ Yeah….Let’s close this nonsense talking and let’s eat !!

Sehat itu penting.

Hari ini saya pergi mengantarkan staff kantor untuk general check up di laboratorium. Sebenarnya tidak  sengaja juga mengantarkan ,  karena kebetulan saya ada urusan ke luar kantor dan kebetulan juga driver yang ada terbatas , jadi mau tidak mau saya ikut pergi mengantarkan mereka ke laboratorium untuk general check up.

Sebenarnya tidak ada yang mengerikan dari tempat ini , tapi berhubung saya tidak pernah suka sama yang namanya laboratorium , rumah sakit , dokter , dan sejenisnya,  jadi begitu saya masuk ke tempat ini rasanya kepala pening karena mencium bau obat-obatan , dan melihat orang berseragam putih-putih hilir mudik depan saya , rasa pening saya semakin menjadi-jadi.

Mau menunggu di mobil juga rasanya saya bakal mandi keringat , jadi menunggu di dalam lab mungkin pilihan yang sedikit lebih baik.

Sambil menunggu , saya melihat sekeliling saya dan saya menyadari satu hal , bahwa kadang sebagai manusia kita mudah sekali terlena , apalagi waktu kita dalam keadaaan sehat.

Di waktu sehat , kita selalu merasa orang paling kuat di dunia. “Everything’s ok”. “I’m good”. “I’m strong.” Dan kalimat -kalimat arogan lainnya.

Tapi di saat kita ” dihajar” sama satu penyakit , barulah kita menurunkan level arogansi kita. ” I need to see the doctor”. ” I need a general check up.” I need to change my lifestyle.” , dan kalimat -kalimat ‘pengakuan dosa’ yang lainnya.

Kesehatan adalah kekayaan yang sebenarnya. The greatest wealth is health.

Buat apa punya banyak uang , tapi sakit-sakitan? Tidak bisa menikmati kekayaan , karena terlalu sibuk mengurusi penyakit yang ada di badan? Yang sebenarnya bisa dicegah dengan pola hidup yang lebih teratur dan pola makan yang lebih sehat.

Malas. Itu tantangan yang pasti dihadapi sama semua orang yang ‘ceritanya’ mau merubah gaya hidup jadi lebih sehat.

Rajin. Itu investasi di masa depan. Di saat umur kita bertambah, metabolisme tubuh juga berubah , tapi kita masih bisa menikmati hidup dengan kesehatan yang mendukung.

Jadi sebenarnya pilihan ada di tangan kita sendiri. Mau malas atau rajin?

” Health is like money. We never have true idea of its value until we lose it.” – Josh Billings

Live a Happy Life

Selalu senang rasanya melihat sekumpulan abg-abg yang lagi makan di cafe . Chit chat , laughing , joking ,like they don’t have any problem in life. Kadang mereka tidak peduli dengan omongan orang sekitar , the most important thing is only how to live a happy life.

Kita semua pernah melewati jaman-jaman seperti itu , jaman dimana kesusahan hidup yang paling maksimal hanyalah mencari bahan untuk tugas kuliah.

Di saat-saat remaja , rasanya ingin cepat- cepat jadi orang kantoran , punya pekerjaan , bisa punya uang sendiri. Tapi setelah dijalani , ternyata tidak segampang yang ada di pikiran.

Malah kadang kita ingin rasanya kembali ke masa remaja , yang tidak perlu pusing memikirkan uang , yang penting belajar , belajar , dan lulus cum laude.

Manusia tidak akan pernah ada berhentinya untuk selalu mencari kekurangan hidup.

Dikasih kemudahan , bilangnya kurang tantangan , hidup tidak asik , gitu-gitu saja. Dikasih tantangan hidup , bilangnya life is not fair . Jadi maunya apa?

Mungkin kita sebagai manusia harus belajar untuk berhenti mengeluh. Untuk lebih bisa menjalani hidup apa adanya dan menjalani apa yang harus kita jalani.

Menemukan hal yang positif di tengah situasi yang negatif , itu bukan hal yang gampang , tapi juga bukan hal yang mustahil. Kalo memang niat , pasti kita bisa menemukan satu hal kecil yang bisa kita syukuri.

Buat saya , bersyukur setiap saat itu penting banget, bisa menyadari kalau hidup kita masih lebih beruntung dari beberapa orang , secara tidak langsung bisa berpengaruh sama kebahagiaan hidup. Tidak perlu deh cari -cari sesuatu yang besar untuk disyukuri , masih banyak hal-hal kecil untuk disyukuri.

Feel thankful and have a happy life!

Small things matter

 

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan teman saya di Whatsapp.

Dia bilang …” Eh , loe tuh rajin banget ya ngebalesin satu satu semua birthday wishes di facebook ,instagram, kertas-kertas kecil ucapan selamat ultah loe simpen juga , loe fotoin,  kalo gua jadi loe yah gua bakal bikin satu status di facebook just to say “thank you for all your birthday wishes.” That’s all. Gua rasa orang -orang bakal ngerti koq kalo ngebalesin satu satu gua juga ga akan sempet kalee..”

Saya lalu bilang ke dia , “Gua juga kadang ga sempet , bahkan kadang gua baru bales comment mereka beberapa hari kemudian. Tapi gua berusaha untuk bisa bales satu per satu. Kertas kecil cuma ucapan selamat ultah pun gua tempel di cubicle gua di kantor. Mereka punya pilihan untuk ga ngucapin selamat ultah ke gua , tapi mereka pilih untuk meluangkan waktu beberapa detik to type ‘happy birthday’ to me. Jadi pilihan gua juga untuk meluangkan beberapa detik gua untuk menghargai mereka. “

It’s all because I appreciate every little things.

And to spend my seconds is one of my appreciation for them.

Kadang kita lupa kalau yang namanya menghargai tidak harus  selalu dalam bentuk materi , tapi bisa juga dalam hal-hal kecil lainnya yang bahkan saking kecilnya orang pun tidak sadar kalau sebenarnya itu adalah bentuk penghargaan kita ke mereka.
Too focus with the big things , sometimes make us forget that small things also matter.

OMG ! Presentasi !

Dari jaman saya kuliah dulu , saya paling sebel banget sama yang namanya presentasi. Di saat kita harus berdiri di depan , dilihat oleh banyak orang , harus bicara depan banyak orang membawakan satu topik. Itu bukan saya banget. Tapi , suka tidak suka , saya tidak punya pilihan lagi. Kalo mau cepet jadi sarjana mau tidak mau ya harus dijalani.

Saya itu tipe orang belakang layar, yang tidak suka jadi pusat perhatian orang , dalam hal apapun itu.

Tapi sekarang , di tempat kerja saya , boss saya dengan santainya mengirim email ke saya , dan ‘mengumumkan’ ( karena email tersebut dibuat tembusan ke seluruh divisi ..) bahwa saya adalah team leader dari satu grup yang akan mempresentasikan satu topik. Dan akan ada judges untuk menilai. What a shock therapy in the middle of working hour!

Boss saya mengerti sekali kalau saya itu tipe belakang layar , tapi dengan “tega” nya saya malah disuruh maju paling depan sedepan-depannya ( dengan menjadikan saya team leader tentunya ).

Saya tahu maksud dia , karena dia mau “menggali” potensi yang ada di saya ( seperti yang beliau bilang ) . Padahal saya sendiri tidak pernah  merasa kalau saya punya yang namanya “leadership soul” itu. Jadi potensi apa?

Tapi saya terima apapun maksudnya , karena biar bagaimana pun ini pengalaman baru  , presentasi soal pekerjaan. Kalau dulu kuliah mungkin tujuannya bisa lulus mata kuliah yang bersangkutan , tapi kalau sekarang mungkin lebih untuk mengasah kepercayaan diri.

Mencoba melakukan sesuatu yang baru tidak akan pernah ada salahnya , selama hal yang dicoba adalah hal- hal positif . Biar bagaimana pun , pasti ada point-point yang bisa diambil dari pengalaman yang baru.

Jadi , ya like it or not jalani saja , siapa tahu saya mendapatkan sesuatu yang baru ..

Happy birthday me!

Hari ini saya ulang tahun yang ke 3_ ( angka belakang statusnya confidential 😯).
Buat saya , ulang tahun adalah suka dan duka.

Suka karena tiba-tiba saya jadi selebritis dadakan , banyak yang mengucapkan selamat , hp banjir notifikasi.

Suka karena saya terima banyak sekali “wish-wish” yang intinya adalah hal-hal baik.

Tapi ulang tahun juga jadi duka buat saya , karena tidak ada lagi doa dari orangtua yang mengiringi pertambahan umur . Tidak ada lagi nasi kuning yang selalu dibuat mama untuk selametan kecil-kecilan , tidak ada lagi amplop isi uang dari papa ( he said ,”kado uang ga pernah salah,no matter how old you are.”)

Sedih sekaligus gembira. That’s why saya menganggap ulang tahun bukan sesuatu yang spesial.
But somehow , saya bersyukur karena saya masih punya seorang adik lucu menggemaskan yang walaupun kadang-kadang suka bikin emosi memuncak. Dia selalu tahu apa yang saya mau ( semacam cenayang bisa baca pikiran saya ),dia selalu mengalah buat saya ,dia rela jadi “miskin mendadak” untuk membelikan  saya kado yang harganya selangit. ( Terima kasih,dik…Kakak cantik suka sekali hadiahnya .. 😘..Kakak cantik juga suka sekali kartunya dengan tulisan tangan yang buled-buled kayak tahu bulat ..😁)
People say that a sister is a temporary enemy but will be your permanent bestfriend.

Saya bersyukur punya temen-temen yang unik , mulai dari mengirim ucapan selamat ultah jam 5 pagi , mengucapkan selamat ultah dengan ‘semangat 45’ di tengah-tengah toko sampai mbak-mbak spg “terpana” melihat saya..😑

I feel very thankful , karena hari ulang tahun saya jadi lebih sedikit berwarna , saya jadi agak bisa melupakan duka saya dan hanya menikmati suka di hari ulang tahun ini.
Buat saya , umur adalah angka yang jadi pengingat bahwa semakin bertambah umur kita , semakin kita harus menjaga badan, pola makan dan juga menjaga pola berpikir kita untuk jadi semakin bijak.
Semoga dengan bertambahnya umur saya , bertambah juga hal- hal baik di hidup saya.
Happy birthday Me !

Bahagia – Tidak Bahagia

Bicara soal bahagia , pasti semua orang punya standar masing-masing tentang yang namanya bahagia.

Buat anak kecil , bahagia adalah di saat dia bisa mendapatkan mainan yang dia suka dengan gampangnya tanpa perlu pakai acara merengek-rengek ke orang tuanya.

Buat remaja , bahagia bisa berarti kongkow sama temen-temennya , tidak perlu pusing memikirkan duit karena tinggal “nadah” ke orangtua , punya pacar yang bisa menaikkan harga diri alias pacar yang good looking , punya gadget yang paling up to date , punya instagram yang follower nya banyak , etc.
Buat remaja , arti bahagia itu bisa lebih banyak daripada umumnya . Mungkin itu makanya orang bilang masa remaja itu masa yang paling menyenangkan.

Buat orang kantoran , bahagia itu lebih simple. Gaji besar , weekend bisa santai-santai. That’s it. Bahagia secara umum versi orang kantoran.

Buat orang tua , bahagia artinya lebih dalam lagi. Orangtua bahagia kalau anaknya bahagia. That’s all , tidak peduli seberapa susahnya hidup , asalkan dia bisa melihat anaknya bahagia , orangtua pasti ikut bahagia.

Buat saya sendiri , super bahagia adalah di saat saya tidak lupa bersyukur buat hal-hal kecil. Meskipun kadang-kadang banyak lupanya. Bukan berarti selama ini saya tidak bahagia , tapi di saat kita bisa bersyukur buat hal-hal kecil yang kadang kita tidak sadari , itu rasanya luar biasa. Ibarat kita lagi tersesat di padang gurun , lalu dikasih satu galon air, pasti kita langsung berpikir , “Oh ternyata saya ga sesial itu koq..”.

Mengucap syukur itu penting , sadar kalau ada hal kecil yang bisa kita syukuri , jangan selalu melihat ke atas , tapi sesekali perlu menengok ke bawah , biar kita sadar kita masih beruntung.

Tapi yang namanya manusia , pasti lebih senang melihat ke atas , dengan alasan biar lebih termotivasi. Iya kalau termotivasi , kalau terus jadi iri , punya pikiran yang jelek, ujung-ujungnya malah menghalalkan segala cara untuk ada di posisi ‘atas’ , bukannya lebih bahaya dan hidup jadi lebih tidak tenang?
Makanya penting sesekali menengok ke bawah , agar menjalani hidup bisa lebih tenang.

Sampai hari ini , saya masih belajar untuk bisa bersyukur setiap hari untuk hal -hal kecil di sekitar saya. Karena kadang kita tidak peka dengan keadaan sekitar , kita lebih suka berfokus dengan kesusahan kita yang kadang tidak diimbangi dengan melihat kebahagiaan kecil yang pasti ada di sekitar kita.

” Life is good as long as we know how to live it , and never forget to feel thankful. ”

Ketika Cinta Benar-Benar Buta

 

Yang namanya cinta kebanyakan buta … Segala yang salah bisa jadi benar , yang benar semakin yakin dan tidak mau kalah.

Cinta kadang bisa jadi sesuatu yang indah , tapi kadang juga bisa jadi sesuatu yang menyebalkan.

Apalagi kalau orang yang lagi jatuh cinta benar-benar berubah jadi orang yang berbeda dan cenderung ke arah yang menyebalkan.

Dibilangin ini itu , selalu saja ada pembelaan , yang inilah yang itulah. Sampai orang-orang di sekitarnya jadi muak. Tapi masih tetap saja sejuta alasan pembenaran ,  “just friend” , ” gue juga tau batasan” , “this is my life , i don’t care what people think” , dll.

Jadi sebel kan? Lama-lama orang yang tadinya peduli , akan semakin menjauh dan akhirnya  “give up “.

Bukan tidak mungkin juga ada perasaan menyesal dari orang-orang sekitarnya. Yang tadinya bermaksud baik untuk mengingatkan malah ketiban sial ikut dijutekin. Cape dehh..

Sebenarnya orang mengingatkan juga bukan tanpa maksud , pasti orang itu sudah bisa membaca tanda-tanda “ketidakberesan” yang mungkin terjadi nantinya. Tinggal masalah waktu saja.

Tapi kalau si orang yang jatuh cinta itu sendiri susah untuk diberitahu dan keras kepala , selalu merasa semua benar , malah balik menyalahkan kita yang bemaksud mengingatkan , apa masih ‘worth it’ untuk mengorbankan perasaan kita yang makan hati mendengarkan semua pembelaan yang sebenarnya sudah jelas-jelas salah dari orang itu ?

Sebenarnya , semakin defensif seseorang , semakin sebenarnya dia juga sadar kalau ada sesuatu yang salah .

Tapi karena ego , susah untuk mengakui satu kesalahan , malah lebih baik mengeluarkan sejuta alasan untuk mencari pembenaran sikap. Ego.

Jadi harus bagaimana ? Mungkin kalau menghadapi  orang dengan tipe seperti ini , ada baiknya kita diam saja dan tidak perlu banyak bicara lagi , membiarkan dia belajar dari pengalaman buruknya , karena hanya pengalaman yang bisa menyadarkan tipe-tipe orang seperti ini.

Ibaratnya , harus jatuh dulu ke sumur , baru tahu kalo sumur itu dalam dan berbahaya.

Kalau belum “jatuh” , mungkin selamanya dia tidak akan pernah sadar.

Jahat? Mungkin tidak , karena yang namanya manusia belajar kehidupan dengan cara yang bermacam-macam.

Salah satunya mungkin dengan cara yang seperti itu.